Kamis, 25 Juli 2013

Hukum nun sukun dan tanwin

  • Dalam kajian ilmu tajwid, hukum Nun sukun dan tanwin terbagi menjadi 5 yaitu  :
  1. Izhar Halqi
  2. Ikhfa` Haqiqi
  3. Iqlab
  4. Idghom bighunnah
  5. Idghom bilaghunnah
  •       Pembahasan sebagai berikut   :
  1. Izhar artinya Jelas dan Halqi artinya tenggorokan . Izhar Halqi terjadi " Apabila Nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf-huruf halqi yaitu huruf -huruf yang keluar dari tenggorokan diantaranya  :  ح  خ  ع  غ  ه  ء  Maka harus dibaca tegas dan jelas (tanpa suara dengung sedikitpun  )".
  2. Ikhfa' artinya samar/menyamarkan.  Ikhfa` Haqiqi terjadi  " Apabila Nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu dari huruf-huruf ikhfa' haqiqi yang berjumlah 15 huruf diantaranya  :  ت  ث  ج  د  ذ  ز  س  ش  ص  ض  ط  ظ  ف  ق  ك  ,dan  dibaca samar-samar mendengung ".
  3. Iqlab artinya menukarkan. Iqlab terjadi  " Apabila Nun sukun atau tanwin bertemu huruf  ب  maka harus dibaca samar-samar mendengung dan tidak lebur ( Menyamarkan suara Ba` ke huruf Mim ) pada Mushaf cetakan Departemen Agama republik indonesia bacaan Iqlab ditandai dengan huruf  م / mim kecil ".
  4. Idghom artinya lebur dan bighunnah artinya dengan mendengung/dengung. Idghom Bighunnah terjadi   " Apabila Nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ي  و  م  ن  maka harus dibaca lebur dan mendengung ".
  5. Idghom artinya lebur dan bilaghunnah artinya tidak mendengung/dengung .Idghom Bilaghunnah ialah :  " Apabila Nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf  ل  atau   ر  maka harus dibaca lebur dan tidak mendengung ".
  • Perhatikan contoh-contoh bacaan dibawah ini   :  
  1.  Bacaan Izhar Halqi dalam lafal      تِجَارَةً حَاضِرَةً   ,   ضَعِيفًا أَوْ لَا   ,   عَنْهُمُ  
  2.  Bacaan Ikhfa` Haqiqi dalam lafal     مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ   ,   مِمَّنْ تَرْضَوْنَ   ,  أَنْ تَكْتُبُوهُ
  3.  Bacaan Iqlab dalam lafal    فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ  ,
  4. Bacaan Idghom bighunnah  dalam lafal    مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ  ,  مِنْ نَذْرٍ   ,  مَغْفِرَةً مِنْهُ
  5.  Bacaan Idghom bilaghunnah  dalam lafal   غَفُورٌ رَحِيمٌ  ,   هُدًى لِلنَّاسِ
....Semoga bermanfaat dan terus berlatih membaca Al-Quran dengan baik.....

Selasa, 23 Juli 2013

Ghunnah Musyaddadah

Ringkasan Ilmu Tajwikd Lengkap

    Materi ini saya Ulas buat pembaca dan murid-murid pesantren yang khususnya belajar di pesantren Al-Hikmah kampung Islam Lebah, karena materi ini InsyaAllah sesuai dengan yang diajarkan 
  • Pembahasan 
  • Ghunnah artinya mendengung/dengung, dan musyaddadah artinya : bertasydid.
  Dalam Ilmu Tajwid yang dimaksud dengan Ghunnah Musyaddadah ialah :

   " Apabila terdapat huruf   ن / Nun atau م / Mim yang bertasydid "

Maka cara membacanya adalah Wajib Dengung.

 Contohnya    :     إِنَّا نَحْنُ  
Cara menguraikannya adalah   : 
       Hukumnya    : Ghunnah Musyaddadah
       Sebabnya     : Nun bertasydid
       Bacaannya    :Wajib Dengung


Ini adalah pembahasan awal mudah khaaaan....selamat berlatih .......


Senin, 22 Juli 2013

Tanggung Jawab seorang Muslim Terhadap al Quran

        Ada hal yang menarik yang ingin saya bagi kepada pembaca sekalian dan semoga dapat menyadarkan serta meluruskan pemikiran pembaca tentang Al-Quran dan cara membacanya .Suatu ketika saya mendatangi undangan dari sebuah majlis Ta`lim. Nah...ditengah-tengah acara ada ditunjuklah satu orang untuk membacakan ayat suci Al-Quran. lantunan ayat sucipun terdengar dan saya perhatikan ibu-ibu dengan khusyuk mendengarkan...  Tapi..tidak dengan saya..karena saya mendengar apa yang dibaca oleh si " Qori` " itu justru membuat saya mengelus dada..."MasyaAllah..karena saya membayangkan dari 1 ayat yang dibaca saja sudah berapa kesalahan yang sadar atau gak sadar telah menyalahi bacaan dan makna ayat-ayat Al-Quran yang dibacanya.."
       Dari sepenggal cerita tersebut...saya ingin mengajak para pembaca Muslim sekalian untuk lebih memahami lagi al-Quran yang kita baca...ketika kita meyakini Al-Quran adalah kitab suci kita,pedoman kita...dan kita meyakini apa-apa saja yang disampaikan di dalamnya.... sesungguhnya kita punya tanggung jawab terhadap keyakinan kita itu....Allah SWT berfirman  :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ 
"Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya kami pulalah yang memeliharanya"
( Qs. Al- Hijr : 9 )  
   Dalam ayat ini Allah menyebut dirinya dengan kata " nahnu/kami ", padahal allah itu satu/esa alias tunggal...seperti halnya ketika Allah memerintahkan malaikat jibril untuk menyampaikan Wahyu..mikail untuk menurunkan hujan dan malaikat-malaikat lainnya yang bertugas sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan , jadi bukan berarti Allah itu banyak melainkan yang  dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah  Allah menghendaki keterlibatan  Makhluq-Nya dalam memelihara Al-Quran.  Ketika saya sampaikan hal ini ,tak jarang  sebagian dari umat muslim diantaranya berfikir bahwa dengan sekedar belajar Al-Quran..kemudian membaca Al-Quran....memahaminya serta mengamalkannya...bagi mereka sudah merupakan Ibadah yang bernilai pahala,sah-sah saja berfikir demikian tetapi...bagaimana kita bisa mengamalnya..bila ketika kita membacanya saja sudah menyalahi makna yang sesungguhnya....Perintah membaca Al-Quran dengan baik adalah salah satunya, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al-Quran surat Al-Muzzammil ayat 4
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
 " ..........Dan bacalah Al-Quran dengan Tartil....  "

     Tartil yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah..membacanya dengan perlahan-lahan agar dapat merenungi dan mentadabburi makna yang disampaikan....

      " sudahkan kita membaca Al-Quran dengan bacaan yang baik....?...."