Dari sepenggal cerita tersebut...saya ingin mengajak para pembaca Muslim sekalian untuk lebih memahami lagi al-Quran yang kita baca...ketika kita meyakini Al-Quran adalah kitab suci kita,pedoman kita...dan kita meyakini apa-apa saja yang disampaikan di dalamnya.... sesungguhnya kita punya tanggung jawab terhadap keyakinan kita itu....Allah SWT berfirman :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya kami pulalah yang memeliharanya"
( Qs. Al- Hijr : 9 )
Dalam ayat ini Allah menyebut dirinya dengan kata " nahnu/kami ", padahal allah itu satu/esa alias tunggal...seperti halnya ketika Allah memerintahkan malaikat jibril untuk menyampaikan Wahyu..mikail untuk menurunkan hujan dan malaikat-malaikat lainnya yang bertugas sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan , jadi bukan berarti Allah itu banyak melainkan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah Allah menghendaki keterlibatan Makhluq-Nya dalam memelihara Al-Quran. Ketika saya sampaikan hal ini ,tak jarang sebagian dari umat muslim diantaranya berfikir bahwa dengan sekedar belajar Al-Quran..kemudian membaca Al-Quran....memahaminya serta mengamalkannya...bagi mereka sudah merupakan Ibadah yang bernilai pahala,sah-sah saja berfikir demikian tetapi...bagaimana kita bisa mengamalnya..bila ketika kita membacanya saja sudah menyalahi makna yang sesungguhnya....Perintah membaca Al-Quran dengan baik adalah salah satunya, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al-Quran surat Al-Muzzammil ayat 4
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
" ..........Dan bacalah Al-Quran dengan Tartil.... "
Tartil yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah..membacanya dengan perlahan-lahan agar dapat merenungi dan mentadabburi makna yang disampaikan....
" sudahkan kita membaca Al-Quran dengan bacaan yang baik....?...."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar